Nak, Ummi Boleh ke Kantor?

Iseng-iseng kulontarkan sebuah pertanyaan kepada kedua anakku: Mas, Dek, Ummi boleh ke kantor gak?

Bukan, aku sama sekali tak berencana untuk bekerja dan betul-betul ke kantor. Entah, hanya iseng saja, ingin tahu, sebesar apa kebutuhan mereka akan kehadiranku di samping mereka. Tak pernah tersirat sedikit pun pemikiran untuk aku bekerja di kantor. Bahkan, sekedar ingin pun tak pernah, alhamdulillah.

Ummi: Mas, Dek, Ummi boleh ke kantor gak? Nanti mas umar sama dek opi sama embak di rumah.
Umar: Embak siapa?
Ummi: Ya nanti cari embak baru. Nanti mas umar makannya sam embak, mandinya sama embak, sekolahnya sama embak, ceboknya sama embak, bobonya sama embak, gitu. Mau gak?
Umar: Enggak mau.
Ummi: Kenapa?
Umar: Enggak tau…
Ummi: … *palm face*
Ummi: Adek gimana? Boleh gak Ummi ke kantor? Nanti bobonya sama embak, dipukpuk, gak nen…
Shofi: Gak mau…

Walaupun jawaban mereka tak terlalu memuaskan, tapi minimal aku tahu, mereka butuh aku di samping mereka, mengiringi keseharian mereka, menemani mereka tumbuh…

Advertisements

One thought on “Nak, Ummi Boleh ke Kantor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s