Saat Hujan

Siang itu gerimis mulai turun di Kota Depok. Petrichor, salah satu aroma favoritku, mulai menyeruak menembus dinding kamar, membangunkanku yang saat itu sedang menemani anak-anak tidur.

Tapi, bunyi gerimis yang seharusnya menjadi white noise pembuat nyenyak tidurnya anak-anak, justru tiba-tiba membangunkan Umar yang tadinya masih terlelap. Belum pula genap nyawanya, matanya sudah menganga lebar, mulutnya turut terbuka yang kemudian diikuti sebuah kalimat,

“Ummi, gerimis! Jemurannya udah dimasukkin belum?”

Sontak aku ingin tertawa mendengar kalimat pertama yang keluar dari lisannya sebangun tidur itu, tapi kutahan tawaku sekuatnya, sambil menjawab, “Sudah, Mas…”

Lalu ia pun mengatupkan lagi kedua matanya, dan kembali masuk ke dalam mimpi indahnya.

Ya ampun, Umar, kamu masih terlalu kecil buat mikir jemuran, Nak… 😆

Advertisements

2 thoughts on “Saat Hujan

  1. Hihi.. Kids oh kids.. Mirip sama Harits kemaren, pas Umminya lagi shalat, tetiba hujan. Lagi shalat denger dia manggil-manggil, “Mi, hujan!”. Pas liat saya lagi shalat dia langsung bisik-bisik ke adeknya, “Afra di bawah aja ya jagain Fiqar, aku mau liat ke atas dulu ada jemuran apa enggak..”

    Mungkin anak-anak itu sering denger dan liat kita heboh sama jemuran kali ya kalo hujan turun :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s